No.1 Indonesia's Pheromones Seller
PIN = DA6B7D5F
SMS/WA = 0878-6878-5355

Apa itu Pheromone ?

Pengertian Pheromone

Pheromone berasal dari bahasa Yunani yaitu phero yang artinya membawa dan mone yang berarti sensasi. Definisi dari senyawa Pheromone adalah suatu zat kimia yang berasal dari kelenjar endoktrin dan dimiliki oleh semua makhluk hidup untuk mengenali jenisnya, lawan jenisnya, individu lain di luar dirinya, dan kelompok lain. Zat ini sangat membantu di dalam proses reproduksi makhluk hidup. Sehingga pheromones adalah senyawa alami tubuh.

Pada manusia, zat Pheromone ini dihasilkan oleh kelenjar endoktrin yang berada di ketiak, wajah, kulit dan kemaluan. Senyawa pheromon ini akan aktif ketika yang bersangkutan telah memasuki usia yang cukup (baligh).

Pheromone pada manusia berarti sinyal kimia yang berada di udara yang tidak bisa di deteksi melalui aroma, tapi dapat dirasakan oleh VNO (Vomeronasal), yaitu organ dalam pembantu penciuman yang terletak diantara hidung dan mulut.

Pheromone dihasilkan oleh jaringan kulit khusus yang terkonsentrasi didalam lengan. Sinyal Pheromone diterima oleh VNO dan dijangkau oleh otak yang disebut Hipotalamus, menyebabkan terjadinya perubahan hormon yang menghasilkan respons terhadap perilaku dan psikologis.


Fenomena mengenai Pheromone selama ini telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tepatnya sejak diketahui bahwa Pheromone dihasilkan dari tubuh manusia sendiri. Contoh sederhananya adalah bau badan.

Setiap manusia memiliki ciri khasnya masing-masing, tidak setiap manusia memiliki bau badan yang sama seperti halnya sidik jari. Maka Pheromone dapat menjadi satu dari beberapa idenditas manusia di masa mendatang.

Pheromone pada manusia juga dapat menjadi daya tarik seksual. Berdasarkan penelitian dari para ahli di Swedia yang menyatakan bahwa Pheromone memiliki andil dalam menghasilkan perasaan suka, naksir, cinta, bahkan gairah seks seorang manusia terhadap manusia lainnya (yang umum terhadap lawan jenis).


Zat Pheromone bersifat kasat mata atau tidak terlihat, tidak memiliki ukuran, tidak dapat dirasakan oleh panca indera manusia dan mudah menguap.

Zat Pheromone paling sering dikeluarkan oleh tubuh saat tubuh berkeringat dan juga dapat tertahan di dalam pakaian. Para pria yang menggunakan parfum pheromones bisa membangkitkan gairah seksual wanita yang menciumnya.

Banyak ahli mengatakan bahwa senyawa pheromon memiliki andil dalam menimbulkan rasa ketertarikan kepada lawan jenis. Rasa sayang, cinta, gairah seks, rindu di timbulkan oleh senyawa pheromon.

Cara Kerja Pheromone

Layaknya inisiator dalam reaksi kimia, pheromones dapat menimbulkan rasa tertarik kepada lawan jenis baik itu secara seksual ataupun tidak. Proses kerja Pheromone biasanya dimulai dari kontak mata, jika kontak mata terjadi maka senyawa Pheromone akan tercium oleh organ tubuh manusia yang sensisitif yaitu Vomerosonal Organ (VNO). VNO ini terdapat di dalam lubang hidung dan terhubung ke dalam otak melalui jaringan syaraf.


Setiap Pheromone berhembus dari tubuh maka feromom ini akan tercium oleh VNO dan akan diteruskan ke daerah hipotalamus yang juga mengatur emosi manusia. Dan setelah menerima rangsangan, otak akan memberi respon balik dan akan mempengaruhi kondisi psikologis tubuh misalnya akan terjadi perubahan detak jantung, nafas yang menjadi tidak beraturan, suhu tubuh meningkat, keringat, dan lain-lain.

Pada dasarnya proses pemberian respon dari hipotalamus untuk melakukan perubahan psikologis emosi saat berdekatan dengan orang yang dikasihi tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Disini setelah senyawa Pheromone bertindak sebagai inisiator, maka selanjutnya hipotalamus akan merangsang pembentukan senyawa kimia lain yaitu senyawa phenyletilamine (PEA), dopamine, nenopinephrine, senyawa endropin, dan senyawa oksitosin.

Senyawa-senyawa inipun akan bertindak sesuai fungsinya masing-masing. Senyawa PEA, dopamine, dan nenopinephrine memberikan respon tersipu-sipu atau malu ketika berpandangan dengan orang yang dicintai. Senyawa Endropin akan menimbulkan perasaan aman, damai, dan tentram. Sedangkan senyawa oksitosin berperan dalam membuat rasa cinta itu rukun dan mesra diantara keduanya.

Selanjutnya efek dari senyawa Pheromone dan senyawa-senyawa kimia lain terhadap tubuh manusia dapatlah disamakan dengan efek narkoba. Senyawa-senyawa ini akan membuat seseorang kecanduan sehingga ingin melihat pasangannya atau orang idamannya sesering mungkin.

Perasaan jatuh cinta ini selang beberapa waktu akan menghilang sedikit demi sedikit. Hal ini disebabkan produksi senyawa tersebut tidak berlangsung terus menerus, kemampuan tubuh menghasilkan senyawa itu mulai berkurang setelah dua sampai empat tahun. Akibatnya, rasa tertarik pada seseorang pun mulai meluntur, terutama ketika tubuh tidak lagi memenuhi kebutuhan PEA. Pada saat rasa ketertarikan itu kian meluntur, maka otak akan tetap berusaha untuk memproduksi senyawa oksitosin selama kedua pasangan berusaha untuk saling menyayangi dan setia.

Tertarik meningkatkan kadar pheromon di dalam diri anda? saat ini para ilmuwan telah berhasil menciptakan pheromone alami yang dapat anda gunakan untuk menggaet pria atau wanita idaman anda.

Siapa bilang cinta itu adalah tabu untuk diungkap secara ilmiah setelah melihat fakta yang sudah saya sampaikan diatas? Pertanyaannya sekarang adalah : Apakah cinta itu bisa di rekayasa sekarang ini?

TOKOPHEROMONE 11.41.00